RSS

Warga Bulohseuma Tagih Janji Bupati


Laporan: Taufiq Tazs | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Warga kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, menagih janji Bupati Husin Yusuf  untuk  pembentukan kantor camat penghubung di kemukiman tersebut.

“Kami berharap kepada bapak bupati untuk bisa segera bembentuk kantor camat penghubung di desa kami, hal itu sesuai dengan janji beliau sewaktu berkunjung ke tempat kami,” kata H Jamaluddin (56), seorang tokoh masyarakat Bulohseuma   kepada  Serambinews.com, Jumat (27/4).

Selain masalah pembentukan kantor camat perwakilan, mereka juga meminta Bupati melalui dinas terkait untuk segera merampungkan pembangunan jalan Bulohseuma–Trumon berikut tiga unit jembatan kayu pada tahun 2012 ini.

Janji itu dinyatakan Bupati Husin Yusuf bertemua warga Bulohseuma.“Waktu itu bapak bupati berjanji, pada tahun 2012 ini pembangunan jalan Bulohseuma–Trumon berikut tiga unit jembatan kayu dirampungkan, makanya kami menagih janji itu,” kata H Jamaluddin.

Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat Bulohseuma di Masjid Baitussalihin, Gampong Kuta Padang,  Husin Yusuf berjanji akan merampungkan pembangunan jalan Bulohseuma– Trumon berikut tiga unit jembatan kayu pada tahun 2012 ini.

Bupati Aceh Selatan itu juga benjanji akan membentuk kantor camat penghubung di Bulohseuma guna mengefektifkan dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat sekitar. (*)

Editor : ampuh

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Tenaga Honor Berdegelasi ke DPRK Aceh Selatan

HONOR - Puluhan tenaga honor katagori I wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan yang tidak masuk dalam daftar pemutihan 130 orang, Jumat (27/4) kembali berdelegasi ke Gedung DPRK setempat. Mereka diterima Ketua Fraksi PA Zulfadli, Sekretaris Fraksi PA Zirhan SP, Anggota Fraksi Karya Bangsa T Mudasir, dan Ketua Komisi A, Ir Aziz Khadir. SERAMBI / TAUFIK ZASS













Laporan: Taufiq Tazs | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Puluhan tenaga honorer katagori I di Aceh Selatan kembali berdelegasi ke kantor DPRK, Jumat (27/4) karena nama mereka tidak termasuk dalam daftar pemutihan 130 orang honorer.

Para honorer yang tanpa mengenakan unifiorn pegawai itu datang ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan disambut  Ketua Fraksi PA Zulfadli, Sekretaris Fraksi PA Zirhan SP, Anggota Fraksi Karya Bangsa T Mudasir, dan Ketua Komisi A, Ir Aziz Khadir.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRK Aceh Selatan itu, para tenaga honorer menanyakan status mereka yang tidak masuk dalam  daftar 130 tenaga honorer yang lulus pemutihan.

Para pegawai honorer itu mengaku telah mengabdi sejak tahun 2004. Mereka berharap kepada tim Pansus DPRK untuk mengecek lagi SK honorer mereka supaya jelas kapan mereka mulai bertugas. 

Menanggapi permasalahan tersebut, anggota Fraksi Karya Bangsa yang juga anggota tim Pansus DPRK Aceh Selatan T Mudasir mengatakan pihaknya belum bisa menjawab pertanyaan itu pada hari tersebut, dan dia memberi waktu pada hari Senin untuk menjawabnya bersama pihak BKPP Aceh Selatan.

“Kami belum bisa menjawabnya, sebab hari Senin kami akan memanggil kembali BKPP,” jelas Ketua Fraksi PA Zulfadli seraya menjelaskan maksud kedatangan tenaga honorer tersebut untuk menanyakan haasil tindak lanjut dari hasil pansus.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Pansus Anggota DPRK Aceh Selatan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, beberapa hari lalu, ditemui indikasi sebanyak 49 tenaga honorer kategori I wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan, diajukan diluar hasil pendataan tim verifikasi dan validasi tahun 2010.(*)

Editor : ampuh

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Hujan Genangi Sejumlah Ruas Jalan di Aceh Selatan


TAPAKTUAN - Hujan lebat disertai angin kencang, Kamis (26/4) dini hari mengguyur Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya. Akibatnya, sejumlah jalan protokol di kawasan Kota Tapaktuan tergenang, demikian juga dengan rumah warga yang berada di kawasan rendah juga terlihat ikut tergenang. Para pengendara sepeda motor sebagian memilih berhenti menunggu hujan reda, sebagian lagi terlihat menikmati hujan di atas kendaraan.

Pantauan Serambi, hampir di sepanjang jalan T Ben Mahmud Tapaktuan tampak tergenang air, kondisi itu terjadi akibat drainase di sepanjang jalan dimaksud mengalami penyumbatan. Sebab, setiap terjadinya hujan lebat kawasan jalan tersebut acap kali tergenang. “Genangan sepeti ini sudah menjadi langganan, dimana setiap terjadi hujan lebat kawasan ini selalu tergenang,” papar Dirman salah seorang pengguna jalan.

Camat Kota Bahagia, Muhammad Rasyid yang dikonfirmasi Serambi via telpon selulernya mengaku belum mendapatkan informasi tentang adanya desa yang tergenang banjir di kawasan itu. Namun demikian dia memastikan hingga pukul 14.00 WIB belum ada desa yang tergenang banjir akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan dimaksud sejak Kamis dini hari.

Camat Trumon Timur, Isa Ansari SH, yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku hingga pukul 14.56 WIB, kondisi di wilayahnya masih aman dari kepungan banjir kiriman, namun demikian hampir di setiap desa banjir genangan dengan ketinggian 20 Cm menggenangi  rumah- rumah penduduk. “Hingga saat ini masih aman, namun demikian hampir semua desa tergenang air dengan ketinggian 20 Cm,” pungkasnya, sembari mengatakan kalau ada informasi lanjutan akan di informasikan. 

Hujan intensitas sedang mengguyur kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sepanjang hari Kamis (26/4) kemarin. Meskipun belum ada laporan tentang daerah tergenang banjir, hujan menggangu aktivitas warga. Air hujan menggenangi ruas jalan di beberapa titik, baik dalam kota Blangpidie, maupun ruas jalan desa.

Amatan Serambi, hujan mengguyur kawasan Kabupaten Abdya sejak Kamis (26/4) pagi sekira pukul 09.00 WIB beralnjut hingga sore kemarin. Hujan instensitas sedang mengganggu aktivitas warga. Pedagang sayur-sayuran yang membuka lapak di ruas H Ilyas Blangpidie menajdi basah kuyup, termasuk barang dagangan mereka.

Siswa-siswi dari sejumlah SMA/SMK/MA di Kabupaten Abdya yang melakukan rekreasi (acara makan-makan) merayakan Ujian Nasional (UN) 2011/2012 sudah berakhir dengan mengunjungi lokasi-lokasi wisata setempat juga dilaporkan sangat repot dengan guyuran hujan tidak reda sampai Kamis sore. Banyak diantara mereka, termasuk dewan guru menjadi basah kuyup.   

Akan halnya undangan yang menghadiri prosesi kenduri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 Hijriah yang digelar masyarakat di beberapa gampong/desa, Kamis (26) kemarin, sebagai besar harus berbasah-basah. Seperti dalam acara kenduri Maulid di Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa, dan Desa Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie.(nun)  

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

DPRK Aceh Selatan Paripurnakan 19 Raqan


TAPAKTUAN – Sebanyak 19 Rancangan Qanun (Raqan) Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (24/4) mulai diparipurnakan untuk ditetapkan menjadi Qanun Kabupaten. Rapat paripurna khusus yang berlangsung di ruang sidang utama DPRK Aceh Selatan itu dihadiri Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf SPdi, Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, dan unsur Muspida lainnya.

Adapun 19 rancangan qanun daerah yang diajukan tersebut, kata Bupati Husin Yusuf, terdiri dari satu Raqan tentang susunan organisasi dan tata kerja sekretariat lembaga keistimewaan kabupaten Aceh Selatan dan 18 Raqan tentang restribusi daerah. (lihat daftar raqan)

Dia berharap, dengan terbentuknya Raqan Kabupaten Aceh Selatan tentang susunan organisasi dan tata kerja sekretariat lembaga keistimewaan kabupaten Aceh Selatan itu akan memperkuat kelembagaan keistimewaan, dalam pengembangan dan penerapan Syariat Islam secara kaffah dan pelestarian nilai-nilai adat istiadat dalam mewujudkan masyarakat Aceh Selatan yang Islami.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

49 Tenaga Honorer Lulus di Luar Usulan Kategori I


TAPAKTUAN – Temuan Pansus DPRK Aceh Selatan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta beberapa hari lalu ada indikasi 49 tenaga honorer kategori I wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan, diajukan di luar hasil pendataan tim verifikasi dan validasi tahun 2010. Diduga ada oknum yang bermain dan terindikasi menerima suap dari para tenaga honorer dimaksud.

“Sebanyak 49 tenaga honorer disinyalir diajukan di luar data 293 orang kategori I atau di luar verifikasi tim, namun berkasnya masuk ke BKN dan ada yang telah dinyatakan lulus sebagai CPNS. Ini sebuah temuan yang mesti ditindaklanjuti,” ujar anggota tim Pansus DPRK Aceh Selatan, T Mudasir kepada wartawan, usai sidang paripurna khusus DPRK Aceh Selatan, Kamis (26/4).

Dikatakannya, dari temuan itu kuat dugaan ada permainan oknum yang terindikasi menerima uang pelicin untuk memuluskan pengurusan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, karena semua berkas didukung dengan rekomendasi dari pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Selatan.

Terkait temuan itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Selatan untuk membicarakan kalanjutan hasil temuan. Selain ditemukan 49 tenaga honorer di luar prosedural, T Mudasir juga menjelaskan, semua berkas usulan akan diverifikasi ulang, termasuk 130 tenaga honorer yang telah lulus pemutihan. Bahkan, sisa dari jumlah 293 yakni sebanyak 163 juga diverifikasi serta akan diusulkan kembali jika memenuhi persyaratan.

“Sebaliknya jika tidak memenuhi persyaratan atau ternyata bukan honorer benaran maka yang bersangkutan akan diblacklist,” sebut Mudasir.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

19 Raqan Kabupaten Aceh Selatan Diparipurnakan


TAPAKTUAN – Sebanyak 19 Rancangan Qanun (Raqan) Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (24/4) mulai diparipurnakan untuk ditetapkan menjadi Qanun Kabupaten. Rapat paripurna khusus yang berlangsung di ruang sidang utama DPRK Aceh Selatan itu dihadiri Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf SPdi, Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, dan unsur Muspida lainnya.

Adapun 19 rancangan qanun daerah yang diajukan tersebut, kata Bupati Husin Yusuf, terdiri dari satu Raqan tentang susunan organisasi dan tata kerja sekretariat lembaga keistimewaan kabupaten Aceh Selatan dan 18 Raqan tentang restribusi daerah. (lihat daftar raqan)

Dia berharap, dengan terbentuknya Raqan Kabupaten Aceh Selatan tentang susunan organisasi dan tata kerja sekretariat lembaga keistimewaan kabupaten Aceh Selatan itu akan memperkuat kelembagaan keistimewaan, dalam pengembangan dan penerapan Syariat Islam secara kaffah dan pelestarian nilai-nilai adat istiadat dalam mewujudkan masyarakat Aceh Selatan yang Islami.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Dewan Desak Pemerintah Uji Teknis Jembatan Krueng Baru


TAPAKTUAN – Kondisi jembatan Krueng Baru di perbatasan Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), sudah cukup memprihatinkan. Saat mobil ukuran besar melintasi jembatan tersebut bergoyang dan mengeluarkan bunyian yang mengisyarakat bahwa kondisi badan jembatan itu tidak kokoh lagi. 

Oleh karenanya kalangan DPRK Aceh Selatan dan DPRK Abdya meminta Pemerintah Aceh untuk segera melakukan uji kelayakan terhadap jembatan yang usianya telah uzur itu.

Anggota DPRK Aceh Selatan, Ir H Ridwan A Rachman MMT, kepada Serambi, Selasa (24/4) mengaku sudah banyak menerima keluahan dari masyarakat terkait dengan kondisi jembatan di perbatasan Aceh Selatan dengan Abdya itu. 

Dia meminta Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait bisa segera melakukan uji kelayakan teknis terhadap jembatan tersebut. Sebab jika kondisi itu terus dibiarkan, dikhawatirkan kejadian jembatan ambruk akan terjadi di Aceh. “Oleh karenanya perlu ditindaklanjuti segera,” kata Ridwan A Rachman.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, dan Ketua Komisi A DPRK Abdya, Reza Reza Mulyadi S.PdI, keduanya mengaku prihatin dengan kondisi jembatan Krueng Baru saat ini, dan berharap supaya Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait bisa segera menindaklanjuti persoalan itu sebelum jatuhnya korban jiwa. 

“Apalagi itu jalan nasional dan arus transportasi darat satu-satunya di wilayah pantai barat selatan Aceh. Jika jembatan itu rusak atau ambruk otomatis jalur transportasi di pantai barat selatan Aceh akan terputus,” papar Zaman Akli diamini Reza Mulyadi.

Camat Labuhanhaji Barat, Ir A Manaf Aldy, kepada wartawan memaparkan jembatan Krueng Baru itu sudah berusia 30 tahun. “Sepegetahuan kami jembatan yang berusia seperempat abad lebih itu, separuh dikerjakan kontraktor HK, setengahnya lagi diselesaikan kontraktor Jerman pada tahun 1983. Saat itulah muncul statemen, kontruksi jembatan itu diprediksikan hanya bisa bertahan selama 25 tahun, selebihnya perlu dilakukan rehabilitasi atau dicek kembali kelayakannya,” ujar A Manaf Aldy.

Berkaitan dengan persoalan tersebut, Kepala Dinas PU Aceh Selatan, Ir T Bahrumsyah, yang ditanyai terpisah mengaku, bahwa pemeliharaan dan perawatan jembatan tersebut merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi. “Jembatan itu terletak di jalan negara, secara otomatis yang memiliki kewenangan adalah pihak Dinas PU Provinsi Aceh atau Pusat,” katanya singkat.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Desa Lhok Rukam Simpan Objek Wisata


TAPAKTUAN – Sebanyak delapan orang dosen Akademi Pariwisata (Akpar) Medan, sejak 24-27 April 2012 menggelar penelitian dan pengabdian masyarakat di Desa Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Dipilihnya desa dimaksud sebagai objek penelitian dan tempat pegabdian masyarakat dikarenakan desa tersebut menyimpan potensi objek wisata yang sangat luar biasa.

Tokoh pariwisata Sumatera Utara (Sumut), Kodra Wisnu Sugeng BA atau yang lebih dikenal dengan sapaan Babe kepada Serambi, Selasa (24/4) mengaku sangat tertarik dengan kondisi alam di Desa Lhok Rukam. Sebab desa yang berada di bawah gunung Lhok Rukam itu selain mampu menawarkan suasana alam yang asri juga memiliki keunikan tersendiri. Sebab lokasinya paling terasing dengan desa-desa lain di Kecamatan Tapaktuan.

“Saya sudah beberapa kali ke sini, dan sangat tertarik dengan panorama alam di sini. Oleh karenanya, saya mengajak rekan-rekan dosen dari Akademi Pariwisata Medan untuk  menggelar kegiatan pengabdian masyarakat sembari melakukan penelitian tentang kepariwisataan di desa ini. Sebab kami melihat di desa ini ada satu nuansa yang mempunyai aura dan daya tarik, Cuma tinggalbagaimana kita kemas dan kita kembangkan,” kata Babe.

Dikatakannya, ada delapan kegiatan yang akan dilaksanakan di desa itu, empat penelitian dan empat lagi pengabdian masyarakat. “Jumlah dosen yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di desa ini seluruhnya delapan orang,” pungkasnya. (lihat: peneliti akpar).

Keuchik Lhok Rukam, Suhardi mengaku sangat berterima kasih kepada Akpar dan para dosen yang melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di desa mereka itu. Menurutnya, kehadiran dosen-dosen tersebut sangat disambut baik oleh masyarakat. “Mudah-mudahan kunjungan dosen-dosen ini dapat memajukan dunia kepariwisataan di desa kami,” katanya.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Erosi Krueng Alue Meutuah Meluas


TAPAKTUAN - Erosi atau pengikisan tanah oleh aliran air di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Alue Meutuah, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, kian meluas. Belasan hektare kebun pala di daerah itu mulai amblas ke sungai. Demikian juga puluhan rumah warga dan jalan nasional mulai terancam ambruk akibat terkena erosi. Masyarakat berharap segera dibangun tanggul pengaman di sepanjang aliran sungai tersebut sebelum erosi berdampak besar bagi penduduk.

Keuchik Alue Meutuah, Hamdam M, kepada Serambi, Minggu (22/4) mengatakan, erosi di sepanjang DAS tersebut sudah terjadi sejak enam tahun lalu, namun hingga kini belum juga dilakukan penanganan oleh dinas terkait.  Padahal, menurutnya, usulan untuk pembuatan tanggul pengaman di sepanjang sungai tersebut saban tahun diusulkan, namun hingga kini belum juga direalisasikan.

“Coba saudara lihat sendiri, belasan hektare areal perkebunan pala milik masyarakat mulai ambruk. Dikhawatirkan jika kondisi ini terus dibiarkan bisa-bisa badan jalan negara dan pemukiman penduduk ikut terkena dampaknya, karena jarak sungai dengan rumah penduduk hanya berkisar 10 meter lagi, demikian juga dengan badan jalan nasional hanya berkisar 5 meter lagi,” paparnya.

Dia mengatakan, sebelumnya proposal usulan program pembangunan tanggul pengaman tebing tersebut telah beberapa kali diajukan oleh pihaknya baik kepada Pemkab Aceh Selatan maupun Pemprov Aceh, namun hingga kini belum ditindaklanjuti. 

“Terakhir, usulan pembangunan tebing itu kembali diajukan dalam Musrenbang Kecamatan tahun anggaran 2013, namun sangat disayangkan karena tidak masuk ke dalam skala prioritas karena dalam proses perangkingan masuk ke dalam urutan enam, padahal kebutuhannya sangat mendesak harus segera di realisasikan,” ujar Hamdan.

Hamdan mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan  dan Pemprov Aceh agar segera mencari solusi konkrit untuk membangun tanggul pengaman tebing sepanjang 1,3 KM di sepanjang sungai Desa Alue Meutuah ini. “Bila perlu anggaran pembangunannya diambil dari dana tanggap darurat,” pungkasnya.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Puluhan Honorer Datangi DPRK Aceh Selatan


TAPAKTUAN – Puluhan honorer katagori I dari intansi kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan , Senin (23/4) berdelegasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat untuk menanyakan kejelasan status pengangkatan mereka menjadi PNS jalur pemutihan.

Kedatangan para tenaga honorer di gedung DPRK Aceh Selatan sekira pukul 10.00 WIB itu, diterima oleh dua anggota dewan, masing-masing Ketua Fraksi Karya Bangsa, Khairul Yacob SH dan Ketua Komisi A Bidang Kepegawaian, Ir Azis Kadir. 

Rina Lisnawati (26), salah seorang honorer di Kantor Camat Labuhan Haji Timur, mengatakan, kendati sudah sempat baca di koran bahwa tim Pansus DPRK Aceh Selatan bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sudah bertolak ke Jakarta untuk mengkroscek kevalitan data honorer  kategori I Aceh Selatan, namun ia belum merasa puas dan ingin menanyakan langsung pada dewan.

Dikatakannya, dirinya dan rekan-rekan lainnya yang sudah honor sejak tahun 2005 dan sudah masuk ke data katagori I, namun pada saat pengumuman tidak keluar nomor dan namanya. “Padahal data yang saya ajukan sangat lengkap, makanya saya melihat ada keanehan, oleh karena itu kami meminta untuk ditinjau ulang data kami supaya bisa lulus pemutihan,” paparnya.

Ketua Fraksi Karya Bangsa, Khairul Yacob SH dalam kesempatan itu, membacakan nama-nama tenaga honorer kategori I yang masuk dalam usulan pemutihan tersebut. Ia mengatakan, kejelasan tetang status pengangkatan para tenaga honorer itu belum bisa dijawabnya sebelum tim Pansus DPRK pulang dari Jakarta.

“Namun demikian, berdasarkan hasil konfirmasi saya dengan anggota dewan yang datang kesana, sebanyak 130 tenaga honores yang telah dinyatakan lulus verifikasi dan validasi dari BKN Pusat tersebut akan diverifikasi ulang,” kata Khairul Yacob SH, ketika dikonfirmasi Serambi  usai menerima delegasi tenaga honorer tersebut.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pengusaha belum Siap Ikuti Tender secara Elektronik


TAPAKTUAN – Kalangan pengusaha pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Aceh Selatan, mengaku belum siap mengikuti proses tender/pelelangan secara elektronik (e-procurement). Mereka berharap prgram tersebut tidak diterapkan pada tahun ini, sebab belum disosialisasikan secara menyeluruh sampai ke tingkat rekanan penyedia barang dan jasa.

Proses tender secara elektronik itu baru sebatas disosialisasikan di tingkat Kepala Dinas, panitia tender dan para ketua asosiasi. Sedangkan kepada rekanan penyedia barang dan jasa belum  disosialisasikan. “Oleh karenanya, kami meminta kepada Pemkab Aceh Selatan untuk segera mensosialisasikannya sampai ke tingkat rekanan penyedia barang dan jasa,” papar Plt Ketua Kadin Aceh Selatan, Khaidir Amin SE, kepada Serambi, Senin (23/4).

Khaidir Amin mengatakan,  banyak rekanan penyedia barang dan jasa mengaku belum siap mengikuti proses tender secara elektronik tersebut. Mereka umumnya meminta supaya program itu diterapkan setelah disosialisasikan secara menyeluruh sampai ke tingkat rekanan penyedia barang dan jasa. 

Sebab, jika mekanisme dan tatacaranya tidak dipahami, akan sangat sulit bagi rekanan dalam mengikuti proses tender dimaksud.

“Untuk itu, saya selaku Plt Ketua Kadin Aceh Selatan meminta kepada Pemkab Aceh Selatan untuk tahun ini tidak diselenggarakan tender secara elektronik, karena rekanan penyedia barang dan jasa belum siap. Jadi untuk itu, kami berharap kepada tim Sekdakab Aceh Selatan untuk segera mensosialisasikan pelaksanaan lelang secara elentronik itu sampai ketingkat rekanan,” pinta Khaidir Amin.

Plt Ketua Khadin Aceh Selatan yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan dari Partai PKPI ini juga meminta kepada Pemkab Aceh Selatan untuk segera melakukan tender terhadap proyek-proyek yang didanai oleh APBK. Sebab dana APBK untuk itu sudah disahkan pada bulan Desember 2011 lalu. 

“Hal itu sesuai dengan Perpres No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Dan itu sudah wajib ditenderkan segera. S ebab, jika terlambat di tender kita khawatirkan proyek-proyek tersebut tidak bisa selesai tepat waktu,” pungkas Khaidir Amin.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Poltas Terancam Diblacklist


Laporan: Taufiq Tasz | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Berkait isu  "blacklist" 52 Perguruan Tinggi (PT) di wilayah Kopertis-I, Aceh-Sumut, Politeknis Aceh Selatan (Poltas) ikut terancam.

Namun Wakil Direktur pada Politeknik Aceh Selatan, Masrijal M.Si, membantah jika isu itu sebagai provokasi untuk menjatuhkan citra Poltas yang baru berdiri di daerah penghasil pala itu.

Menurut Masrijal, adanya isu bahwa ke 52 PT memiliki kualitas lulusan yang rendah sehingga sulit mendapat pekerjaan PNS. Maka pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) akan mem-blacklistnya.

Disebutkan sebanyak 51 telah PTS telah melakukan manipulasi data dosen tetap agar memperoleh Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), bocoran tersebut dilengkapi data 18 nama dosen S-1.
 
Menurut Masrijal, isu Poltas masuk dalam daftar PT yang diblacklist tidak benar. Sebab dalam surat edaran Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan nomor: 928/E4.1/2012 tanggal 28 Maret 2012 dan surat kedua nomor 1130/E4.1/2012 tanggal 13 April 2012, isinya sama sekali tidak bersentuhan dengan ancaman tidak dikeluarkan surat perpanjangan izin operasional Poltas, serta tidak bermuatan kesulitan mendapat pekerjaan sebagai PNS bagi kelulusan perguruan tinggi dimaksud.

Dijelaskan, semua dosen yang dilaporkan itu benar-benar mengajar di Poltas dan datanya terdaftar di Dikti.

“Memang awalnya Dikti menolak NIDN, tetapi setelah diperbaiki ternyata sudah disetujui dan dikeluarkan nomor NIDN resmi. Sehingga beberapa dosen sudah berhak mendapatkan haknya, seperti; memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang S-2/S-3 dan berhak mendapatkan sertifikasi sebagai dose,” jelasnya.(*)

Editor : ampuh

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Dua Toko di Aceh Selatan Dibobol Maling

* Pencuri Khusus Menggasak Rokok Mahal

TAPAKTUAN – Sedikitnya dua toko di kecamatan berbeda dalam kawasan Aceh Selatan, Minggu (22/4) dini hari, dibobol maling. Pencuri disebut-sebut menggunakan mobil Kijang Innova itu khusus mengincar rokok bermerek di dalam toko yang dibobol. Akibat kejadian itu, kedua pemilik toko mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa yang menghebohkan warga di Aceh Selatan itu terjadi di dua tempat. Peristiwa pertama di toko milik Suherman (32), di Simpang Tiga Alue Paku, Kecamatan Sawang. Sedangkan satu lagi di toko Yusni Hendra (35), beralamat di Lhok Aman, Kecamatan Meukek, kabupaten sama. Kawanan maling dimaksud beraksi sekira pukul 04.00 WIB.

“Saat kejadian, toko dalam kondisi kosong karena malamnya kami tidur di rumah. Kami mengetahui toko dibobol maling dari masyarakat yang sempat melihat ada mobil diparkir di depan toko saya,” papar Suherman, saat ditemui Prohaba pascakejadian itu.

Kata dia, seluruh rokok bermerek di tokonya habis digasak maling. Anehnya, maling hanya mengincar rokok bermerek. Sedangkan barang yang lainnya sama sekali tidak disentuh. “Aksi itu dilakukan dengan cara merusak ngembok dengan linggis. Kedua gembok pintu toko saya itu terlihat rusak terkena congkelan linggis,” katanya.

Suherman mengakui, aksi perampokan yang menimpanya itu sudah dilaporkan ke Polsek setempat. Dia berharap, polisi bisa mengungkap pelakunya, sehingga aksi serupa tidak lagi terjadi di Aceh Selatan.

Yusni Hendra yang juga korban aksi pencurian, mengaku tidak menyangka aksi itu menimpa dirinya. Sebab, kondisi pintu toko yang terbuat dari besi juga dibobol oleh komplotan maling dimaksud. “Padahal, kami menginap di sini. Bisa nggak tahu kapan pintu toko saya ini dibobol,” kata Yusni.

Sama seperti Suherman, Yusni juga mengaku barang yang digasak maling itu cuma rokok bermerek. Sedangkan barang lain tidak disentuh sedikitpun.

Anehnya lagi, aksi itu dilakukan sangat rapi tanpa sedikitpun menimbulkan suara. Bahkan, saat gombok dirusak pun, pemilik toko tidak mendengar suara apa pun.

Meski demikian, Yusni belum melaporkan kasus itu ke polisi. “Rencananya hari ini saya laporkan,” pungkas Yusni.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Gubernur Hadiri Peringatan Wafat Abuya Muhibuddin Waly

TAPAKTUAN - Pj Gubernur Aceh, Tarmizi A Karim beserta para ulama dari seluruh Aceh, dan ribuan warga serta alumni pesantren yang berasal dari berbagai daerah di Aceh turut menghadiri acara peringatan 40 hari wafatnya Abuya Prof Dr Muhibudin Waly Al Khalidy di Pesantren Darusalam, Labuhan Haji Barat Aceh Selatan, Sabtu (21/4). 

Pj Gubernur Aceh beserta rombongan yang menempuh perjalanan darat dari Banda Aceh tiba di kompleks Pesantren Darussalam sekitar pukul 14.30 Wib siang. Kedatangan Pj Gubernur beserta rombongan di sambut langsung oleh Abuya Tgk H Jamaluddin Waly Al Khalidy beserta seratusan santri/santriwan Pesantren Darusalam.

Setelah beristirahat sejenak, Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim didampingi oleh Abuya Tgk H Jamaludin Waly yang merupakan adik kandung Alm Abuya Prof Dr Muhibudin Waly Al Khalidy tersebut, menyempatkan diri berdoa bersama di samping pusara makam (alm) Abuya Prof Dr Muhibbudin Waly Al Khalidy yang berlokasi didalam kompleks Pesantren Darusalam.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Tiang Listrik Tumbang, Kenderaan Macet 2,5 Jam

Kondisi tiang listrik tumbang membentangi ruas jalan Negara di kawasan pengunungan Alue Kriet, Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Terlihat ratusan kenderaan dan masyarakat basah kuyub di bawah guyuran hujan lebat saat menunggu evakuasi tiang listrik yang tumbang selesai. SERAMBI / TAUFIK ZASS
TAPAKTUAN – Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat yang melaju dari arah Tapaktuan menuju Blangpidie dan sebaliknya, Jum’at (20/4) selama 2,5 jam sejak pukul 17.30 hingga 20.00 Wib terjebak kemacetan hebat. Kondisi itu terjadi akibat dua tiang listik di kawasan pengunungan Alue Kriet, Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, tumbang tertimpa pohon yang kemudian melintangi badan jalan dimaksud.

Pantauan wartawan di lapangan, ratusan pengendara sepada motor harus rela basah kuyub akibat diguyur hujan lebat selama dua jam lebih. Selain membuat pengendara basah kuyub, transportasi jalan negara jalur Meukek-Tapaktuan juga lumpuh total akibat ruas jalan dimaksud dipalangi tiang listrik yang tumbang dan menimpa badan jalan tersebut. 

Peristiwa yang membuat arus lalulintas macet itu terjadi sekira pukul 17.30 WIB. Penyebabnya bermula dari angin kencang disertai hujan lebat yang melanda sebahagian kawasan pesisir pantai Aceh Selatan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejak pagi daerah penghasil pala itu diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kendatipun sempat mereda beberapa jam, namun curah hujan dan angin kencang kembali terjadi pada sore harinya. Buntutnya, terjadi longsor di pengunungan Alue Kriet, sebatang pohon tumbang, kemudian menimpa jaringan listrik. 

“Diperkirakan akibat pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik sehingga terjadi hentakan kuat mengakibatkan dua batang tiang listrik berkontruksi beton (B-12-red) tumbang dan melintangi badan jalan,” sebut Bukari Zaika, salah seorang tenaga kontrakan PLN Ranting Tapaktuan.

Briptu Alhadi Juniawan, salah seorang personel polisi dari Polsek Sawang yang turut turun ke lokasi bersama sejumlah rekannya kepada wartawan selepas melakukan penertiban dan menjaga keamanan di TKP mengakatan, ratusan sepeda motor yang terkurang itu baru bisa beranjak dan melanjutkan perjalan pada pukul 19.45 WIB atau setelah tiang tumbang dievakuasi ke pinggir jalan. Sedangkan, kenderaan roda empat atau mobil bebas dari antrian sekitar pukul 20.10 WIB. 

Tumbangnya tiang listrik di kawasan gunung Alue Kriet, Mutiara Sawang, juga dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kecamatan Meukek. Lebih kurang selama 3 jam listrik padam di kawasan itu. 

H Tanius, salah seorang tokoh masyarakat Meukek mengaku, suplay listrik mulai padam sejak pukul 17.30 WIB, kondisi Meukek jadi gelap gulita, bahkan masyarakat kalang kabut disaat hendak menunaikan shalat Magrib. 

Kendalanya karena arus listrik yang dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tapaktuan terputus ke daerah itu dikarenakan tiang tumbang. “Setelah tiga jam dirundung kegelapan, listrik di kecamatan Meukek kembali hidup sekitar pukul 20.30 WIB,” tukas jelasnya.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

BKN Akan Verifikasi Ulang Tenaga Honorer

* DPRK Aceh Selatan Pansus ke Jakarta

TAPAKTUAN – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Selatan bersama BadanKepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, sejak Rabu (18/4) dilaporkan bertolak ke Jakarta dalam rangka mengkroscek kevalitan data tenaga honorer kategori I wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan yang telah dinyatakan lulus daftar verifikasi tim pusat sebagaimana yang telah diumumkan melalui website http://www.bkn.go.id/honorer/ beberapa hari lalu.

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Khaidir Amin SE kepadaSerambi, Jumat (20/4) menjelaskan, Tim Pansus DPRK Aceh Selatan yang berangkat ke Jakarta untuk menjumpai BKN Pusat itu masing-masing, Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Marsidik, Ketua Fraksi PA Zulfadli, Sektaris Fraksi PKPI Muhijar, Anggota Fraksi Karya Bangsa T Mudasir, dan Ketua Komisi A, Ir Aziz Khadir, sedangkan dari BKPP Aceh Selatan hadir Kepala beserta stafnya.

“Informasi sementara yang saya terima, pihak BKN Pusat sudah menyahuti usulan Pansus DPRK dan BKPP Aceh Selatan untuk melakukan verifikasi ulang terhadap 130 tenaga honores yang telah dinyatakan lulus verifikasi dan validasi dari BKN Pusat tersebut. Verifikasi ulang itu akan dilakukan setelah tim Pansus DPRK Aceh Selatan beserta pihak BKPP Aceh Selatan itu kembali ke Aceh Selatan,” papar Khaidir Amin SE.

Khaidir Amin menjelaskan, Tim Pansus DPRK Aceh Selatan itu dibentuk dalam rangka menyahuti pengaduan masyarakat berkaitan dengan adanya indikasi sebagian tenaga honorer yang telah dinyatakan lulus verifikasi dan validasi tim pusat itu diurus oleh calo tanpa melalui proses dari BKPP Aceh Selatan.

“Jadi untuk memberi ruang keadilan bagi para tenaga honorer yang belum lulus verifikasi, DPRK Aceh Selatan kemudian membentuk tim Pansus untuk mengkroscek kembali kebenaran data yang diajukan ke BKN Pusat tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Khaidir Amin juga mengungkapkan informasi gembira kepada para tenaga honorer yang belum lulus verifikasi dan validasi dari BKN Pusat. Dia mengatakan, DPRK Aceh Selatan bersama Pemkab setempat sudah sepakat untuk mengusulkan kembali sebanyak 163 tenaga honorer yang belum lulus verifikasi untuk diangkat menjadi PNS.

“Oleh karenanya, bagi tenaga honorer yang datanya belum masuk atau belum lulus pada pengumuman kali ini, tidak usah khawatir ataupun gundah, sebab berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara DPRK dan Pemkab Aceh Selatan nama-nama yang belum masuk itu akan diusulkan kembali ke BKN,” pungkas Khaidir Amin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, meminta Pemkab setempat untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data tenaga honorer kategori I wilayah Pemkab Aceh Selatan yang dinyatakan lulus verifikasi dan validasi tim pusat, sebagaimana yang diumumkan di website http://www.bkn.go.id/honorer/ beberapa hari lalu.

“Kami dari Fraksi PKPI meminta Pemkab dan BPKP untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data tenaga honerer tersebut. Dan kami juga meminta dilakukan Pansus terhadap tenaga honorer Kelompok 1 yang dinyatakan memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi dan validasi tim pusat tersebut,” kata Ketua Fraksi PKPI DPRK Aceh Selatan, Hendriyono, kepada Serambi, Selasa (3/4).(tz)

Editor : hasyim

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Seminar Iringi Pembukaan STAI Tapaktuan

TAPAKTUAN – Peresmian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan, Kamis (19/4) turut diisi dengan kegiatan Seminar Pendidikan Nasional. Seminar yang bertema “Eksistensi perguruan tinnggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Aceh Selatan” itu turut menghadirkan Rektor IAIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Ketua MPD Prof Dr H Warul Walidin Ak MA, dan pejabat dari Kementerian Agama RI, DR H Mastuki.

Acara launching yang berlangsung di Kampus STAI Aceh Selatan, Jalan T Ben Mahmud (di bekas gedung Akbid Putroe Bungsu-red) itu awalnya dijadwalkan di buka oleh Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf SPdi, namun berhubung Bupati harus menghadiri undangan keluar kota acara itu pun kemudian di buka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, H Daska Aziz SPd MA.

kehadiran STAI di Kabupaten Aceh Selatan ini juga akan sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi. “Kampusnya juga cukup strategis, yakni di bekas gedung Akbid Putroe Bungsu, Jalan T Ben Mahmud, Tapaktuan. Program studi yang sudah ada izin meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ahkwal As-Syaksyiah (Hukum Keluarga Islam).(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Aceh Selatan Butuh Alat Peringatan Tsunami

TAPAKTUAN – Gempa bumi yang mengguncang Provinsi Aceh dan sekitarnya beberapa waktu lalu ternyata telah memunculkan keprihatinan dari sejumlah kalangan. Sebab saat terjadinya gempa, masyarakat terlihat panik dan pontang panting berlarian ke gunung tanpa terkoordinir. Menghindari terjadi hal-hal, anggota DPRK Aceh Selatan H Ridwan A Rachman MMT mengatakan sudah semestinya di Kabupaten Aceh Selatan dibangun sarana perlindungan dan penyediaan alat pendeteksi gempa, dan peringatan tsunami.

“Hal itu untuk mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak, mengingat Aceh Selatan yang sangat berdekatan dengan laut ini tergolong rawan terjadinya tsunami jika terjadinya gempa besar. Oleh karenanya kami berharap kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk dapat memberi perhatian terhadap daerah ini dengan cara membangun sarana perlindungan dan penyediaan alat pendeteksi gempa,” kata Ir H Ridwan A Rachman MMT, menyahuti usulan yang disampaikan masyarakat kepadanya.

Menurutnya, kedua sarana tersebut sangat dibutuhkan di Aceh Selatan yang notabenenya berada di pesisir pantai Samudera Hindia, sehingga masyarakat lebih terkoordinir.

“Tujuannya, jika terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami masyarakat akan lebih cepat mengetahui, demikian juga dengan penanganan evakuasi warga akan lebih mudah dilakukan,” kata Ridwan A Rachman.

Dikatakannya, alat pendeteksi dan fasilitas perlindungan yang perlu disediakan di Aceh Selatan paling kurang di lima titik, yaitu Tapaktuan, Labuhanhaji, Sawang/Meukek, Kluet Selatan dan Bakongan. Sebab di lima titik yang disebutkan itu sangat dekat dengan laut, sehingga jika terjadinya gempa bumi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan akan lebih mudah berkoordinasi secara berantai dan melakukan evakuasi dengan cepat.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Rumah Warga Trumon Ludes Dilalap Api

TAPAKTUAN – Satu unit rumah semi permanen ukuran 7x6 m, milik Tgk Jakfar (50), warga Panton Bilie, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (18/4) malam sekira 24.30 WIB ludes dilalap sijago merah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 60 juta, karena seluruh isi rumah tak bisa diselamatkan.

Keuchik Panton Bilie, Bahari SH yang turut didampingi Camat Trumon Timur, Isa Anshari SH, Kamis (19/4) mengatakan, insiden kebakaran itu terjadi ketika rumah dalam kondisi kosong. Pada saat kejadian pemilik rumah dilaporkan menginap di kebun yang jaraknya satu kilometer dari rumah. “Warga sempat berjibaku memadamkan api, namun angin yang bertiup kencang membuat lidah api dengan mudah menjalar dan meludeskan rumah beserta isinya. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 60 juta lebih, demikian juga sertifikat tanah dan ijazah juga ikut terbakar dalam kejadian itu,” papar Bahari SH.

Bahari juga mengatakan, pasca kejadian itu pihaknya bersama Camat setempat langsung mengurus bantuan masa panik ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertras) Aceh Selatan, dan pada hari itu juga Dinsosnakertras langsung menyalurkan bantuan masa panik terhadap korban kebakaran itu.

Keuchik Panton Bilie juga berharap kepada Pemkab Aceh Selatan dan Dinas terkait untuk bisa memberikan perhatian terhadap korban musibah kebakaran itu. Sebab menurutnya korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu juga termasuk salah satu keluarga kurang mampu di desa mereka.

Dari Meureudu, Pidie Jaya dilaporkan, satu unit rumah milik Sofyan (52) di Desa Raya Meurahdua, Rabu (18/4) malam, dilalap si jago merah. Belum diketahui dari mana sumber api yang menghanguskan bangunan tersebut.

Pemadaman api mengalami kendala serius karena mobil pemadam tidak bisa menjangkau hingga ke lokasi kebakaran. Hal itu lantaran sempitnya jalan atau lorong. Atas musibah itu, hendaknya menjadi perhatian agar warga bersedia merelakan tanah untuk pelebaran jalan, sehingga kalau ada musibah mobil pemadam langsung ke TKP.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian mengisahkan, musibah terjadi sekira pukul 20.15 WIB. Begitu api membumbung, warga dengan cepat mendatangi lokasi untuk memberi pertolongan. Jika tak segera mendapat bantuan dari masyarakat, mungkin rumah berukuran 6x7 meter itu ludes jadi debu, seperti diakui seorang warga sembari menambahkan jika mobil pemadam tidak bisa merapat karena lorongnya sempit.

Sofyan (52), pemilik rumah menyebutkan, ia mengetahui rumahnya dilalap api, setelah diberitahukan oleh anaknya. Kala itu, lanjut Sofyan, ia sedang memuat gabah ke dalam truk yang disupirinya berjarak beberapa ratus meter dari rumah.

Akibat musibah tersebut, Sofyan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Hampir semua kayu yang disimpan untuk lanjutan pembangunan rumah ikut dilalap api.(tz/ag)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

STAI Tapaktuan Gelar Seminar Pendidikan

TAPAKTUAN - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (19/4) hari ini menggelar Seminar Pendidikan Nasional. Seminar bertema “Eksistensi perguruan tinnggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Aceh Selatan” itu menghadirkan narasumber bergelar profesor.

“Masing-masing, Prof Dr Farid Wajidi Ibrahim MA (Rektor IAIN Ar-Raniry dan Ketua Kopertis V), Prof DR Warul Waliddin MA (Ketua MPD), dan pejabat dari Kementerian Agama RI, DR H Mastuki,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Ishlah (YPIA) Tapaktuan, M Nasir Gani SH kepada Serambi, Rabu (18/4).

Ketua Pendiri STAI, Maidar Darwis MAg menambahkan, selain menghadirkan profesor, pihaknya juga mengundang Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Ar-Raniry dan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry. “Sedangkan putra Aceh Selatan yang akan menghadiri acara tersebut di antaranya Direktur Syariah Bank Aceh, Haizir SH MH,” jelas Maidar.

Seminar sehari itu sekaligus juga untuk launching STAI Tapaktuan yang akan dibuka oleh Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf SpdI.(tz)

Editor : bakri


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Dandim Aceh Selatan Terima Kunjangan Pepabri

TAPAKTUAN - Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Saripuddin SIP, menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Selatan yang telah berpartisipasi membantu pihak TNI/Polri menjaga situasi damai, aman dan kondusif di wilayah itu, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubnernur/Wakil Gubernur Aceh yang baru saja berlangsung di Aceh berjalan baik, aman, damai, dan sukses.

“Alhamdulillah, berkat partisipasi seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Pilkada Aceh berjalan aman, damai, lancar dan sukses. Oleh karenanya kami mengucapkan terimakasih kepada elemen masyarakat dan insan pers yang bertugas di Aceh Selatan atas pemberitaan yang telah menyejukkan masyarakat,” papar Letkol Inf Saripuddin saat menerima kunjungan silaturahmi para pengurus Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) setempat, Rabu (18/4) di ruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga berpesan dan mengimbau kepada masyarakat agar kondisi damai dan kondusif ini bisa terus dipelihara. “Harapan kita, rasa aman, damai dan kondusif ini bisa terus terpelihara, hal itu tentunya tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi elemen masyarakat,” katanya.

Kunjungan silaturahmi yang berlangsung sederhana, namun penuh keakraban itu dihadiri Ketua Pepabri Aceh Selatan, Peltu (Purn) Ramlan, bersama sejumlah pengurus Pepabri lainnya. Tampak para pengurus Pepabri Aceh Selatan saling tukar pikiran dan pandangan dengan Dandim Aceh Selatan. Inti dari pembicaraan itu, Dandim Aceh Selatan mengajak semua pengurus Pepabri setempat untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan personel TNI yang aktif.

“Jadi dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik, otomatis hubungan silaturahmi, rasa kekeluargaan di antara sesama keluarga besar TNI akan terus terbina dan terpelihara dengan baik, sehingga di saat ada poblem berbangsa dan bernegara bisa kita pecahkan dan hadapi secara bersama-sama,” jelas Dandim.(tz)


Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Banjir Kiriman Rendam Trumon Timur

TAPAKTUAN – Banjir kiriman dari sungai Alas Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, sejak Senin (16/4), merendam puluhan rumah di Dusun Perkebunan, Desa Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 85 orang terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Informasi yang dihimpun Serambi, Senin (16/4) malam, air setinggi satu meter lebih itu sudah merendam kawasan tersebut sejak beberapa hari lalu. Sejumlah warga mengaku, banjir kiriman seperti itu sudah menjadi langganan dan saban tahun melanda kawasan dimaksud. Karenanya, kendatipun diungsikan ke derah lain, mereka tetap akan kembali di rumah panggung milik PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di komplek perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Kemarin tim SAR (Search And Rescue) yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan sudah mengevakuasi semua korban banjir kiriman itu, namun hari ini (Selasa kemarin) mereka meminta balik lagi ke rumah mereka, sebab mereka lebih nyaman tinggal di rumah mereka,” kata Camat Trumon Timur, Lahmuddin SSos, Selasa (17/4).

Pantauan Serambi, saat turun ke lokasi, Senin (16/4) malam, kondisi badan menuju kawasan Dusun Perkebunan, Desa Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Ketinggian air yang menutupi badan jalan tersebut mencapai 1,5 meter. Sehingga untuk bisa sampai ke tujuan harus menggunakan speed boat atau perahu. (tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Jalan Nasional Mulai Terkelupas

TAPAKTUAN – Belum sampai setahun dibangun, kondisi badan jalan nasional di kawasan Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, sudah mulai terkelupas sekitar 15 meter. Kondisi itu memunculkan keprihatinan kalangan wakil rakyat di daerah itu.

“Jalan itu dibangun bulan Desember 2011, namun belum sampai setahun sudah mulai terkelupas. Oleh karenanya kami meminta kepada rekanan, jika jalan itu masih dalam masa pemeliharaan mohon direhab kembali, agar kerusakannya tidak semakin melebar,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Khaidir Amin SE, kepada Serambi usai meninjau kondisi kerusakan badan jalan tersebut Senin (16/4).

Khaidir Amin juga meminta kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas terkait untuk tidak lagi memberikan proyek kepada perusahaan yang pengerjaannya asal jadi serta tidak bertanggungjawab itu. Sebab jika Pemerintah Aceh tetap memberikan proyek terhadap perusahaan seperti itu otomatis ke depan kejadian yang sama akan terulang lagi.

“Pemerintah Aceh harus tegas dengan tidak lagi memberi proyek kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah, sebab jika persoalan seperti itu tidak segera diberantas bisa-bisa kualitas pembangunan di daerah kita akan terus jalan di tempat karena kualitasnya yang asal-asalan,” pungkas Khaidir Amin.(tz)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

36 Enam KK Terpaksa Diungsikan


Laporan: Taufiq Tasz | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN –  Puluhan rumah di Dusun Perkebunan, Desa Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan terendam, dan 36 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 85 orang terpaksa di ungsikan.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Senin (16/4) malam, air yang merendam pemukiman warga adalah kiriman dari sungai Alas Kutacane,Kabupaten  Aceh Tenggara, dan  sudah merendam kawasan tersebut sejak beberapa hari lalu.

“Kemarin tim SAR (Search And Rescue) yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan sudah mengevakuasi semua korban banjir kiriman itu, namun hari ini (Selasa kemarin) mereka meminta balik lagi ke rumah mereka, sebab mereka lebih nyaman tinggal di rumah mereka,” kata Camat Trumon Timur, Lahmuddin S.Sos(*).

Editor : ampuh

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

e-KTP Selesai belum Bisa Dibagikan


TAPAKTUAN – Realisasi perekaman data penduduk untuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Aceh Selatan saat ini sudah mencapai 88,16 persen. Bahkan sebagian e-KTP untuk wilayah itu dilaporkan sudah siap dicetak namun belum bisa dibagikan karena masih tercantum nama Provinsi NAD, semestinya bertuliskan Provinsi Aceh.

“Persoalan nomenklatur itulah yang saat ini sedang dibahas dalam rapat bersama kepala dinas di Banda Aceh, makanya sebagian e-KTP yang sudah siap dicetak itu belum bisa dibagikan kepada masyarakat lantaran nomenklaturnya masih tercantum Provinsi NAD,” kata Kabid Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Selatan, Drs Iwan Mahdi, kepada Serambi, Senin (16/4)

Ditemui di ruang Sekretaris Disdukcapil Aceh Selatan, Makam Ibrahim SH MHum, Iwan Mahdi mengatakan, batas perekaman e-KTP sesuai program nasional berakhir 30 April 2012. Namun demikian dia mengakui masih banyak warga lanjut usia (lansia) dan yang sakit belum direkam datanya karena selama perekeman e-KTP yang berlangsung  di  masing-masing kantor  kecamatan sejak akhir Oktober 2011, mereka tidak bisa datang.

Sesuai data yang diperoleh Serambi dari Disdukcapil Kabupaten Aceh Selatan, Senin (16/4), realisasi perekaman data penduduk untuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Aceh Selatan saat ini sudah mencapai 88,16 persen.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pj Bupati Simeulue Hadiri Maulid di Aceh Selatan


TAPAKTUAN - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten  Aceh Selatan, tampak lebih meriah. Pasalnya, acara itu juga dihadiri Pj Bupati Simeulue, Ir H Nurman Daud Shamad MM.

Kehadiran orang nomor satu di Simeulue bersama warga Ujung Karang di Masjid Al-Makramah Lhok Pawoh, Sawang, Minggu (15/4) itu sekaligus untuk pulang kampung. Pj Bupati ini kelahiran Sawang Dua, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, tanggal 6 November 1962. 

Di sela-sela masa jeda zikir ketika Nurman Daud mengamati keindahan hiasan Balee bu leukat (hiasan hidangan nasi pulut-red). Kepada wartawan ia mengaku bahwa dirinya sangat menyukai lantunan zikir maulid yang dilantunkan masyarakat Ujung Karang. Ia juga senang melihat beragam hiasan pulut yang disajikan masyarakat Lhok Pawoh dalam kenduri maulid akbar. 

“Sejak kecil saya selalu mengikuti acara maulid Nabi karena saya sangat menyukai zikir Rasullah seperti yang dikumandangkan tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Masjid Lhok Pawoh, Salman Farisi SE menjelaskan, biasanya acara maulid di desanya itu lebih meriah dari tahun ini. Ratusan hidang balee bu lekat   dalam ukuran besar disediakan masyarakat untuk diberikan kepada para undangan. 

“Pada maulid hari ini (kemarin-red), kami hanya mengundang dua desa, Ujung Karang dan Batee Tunggai, Samadua. Saya perkirakan ada tiga ribu bungkasan nasi yang dihidangkan dalam kemasan  400 hidangan disertai 40 buah balee pulut,” papar Salman.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Naskah Mulai Didistribusikan


DARI Aceh Selatan, dilaporkan, sebanyak 46 kardus (kotak) berisi logistik naskah soal Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/ MA, Kamis (12/4) malam tiba di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Selatan. Naskah yang diantar langsung oleh Tim dari Disdik Provinsi Aceh itu dikawal ketat oleh aparat kepolisiann itu pada Sabtu (14/4), mulai didistribusikan ke seluruh kecamatan.

“Jumlah soal 46 kardus, satu di antaranya berisi kaset. Kelengkapan jumlah naskah soal UN tersebut dengan data yang ada sudah cocok, pas antara data dengan logistik yang datang,” kata Ketua Panitia Pelaksana UN Disdik Aceh Selatan, Darwis SPd  MPd, saat ditanyai Serambi di sela pendistribusian naskah dimaksud, Sabtu (14/4).

Ditambahkannya, pada hari pelaksanaan, naskah ujian yang untuk sementara waktu disimpan di masing-masing Polsek itu akan didistribusikan ke sekolah masing-masing mulai pukul 06.00. Dia meyakini cara ini dapat mencegah terjadinya kebocoran.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

46 Kardus Naskah Soal UN Tiba di Aceh Selatan


TAPAKTUAN - Sebanyak 46 kardus (kotak) berisi logistik naskah soal Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/ MA, Kamis (12/4) malam tiba di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Selatan. Naskah yang diantar langsung oleh Tim dari Disdik Provinsi Aceh itu dikawal ketat oleh aparat kepolisian.  

Pada Sabtu (14/4) kemarin, naskah yang masih bersegel itu mulai didistribusikan ke seluruh kecamatan dalam kabupaten tersebut. Sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah, soal dimaksud terlebih dahulu diamankan di masing-masing Mapolsek.

Pantauan Serambi, penjagaan dokumen negara ini berlangsung cukup ketat. Belasan personel polisi dari Polres Aceh Selatan ditugasi menjaga keamanan pendistribusian naskah soal itu guna mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran soal. 

Setelah semua kardus yang dibungkus dengan plastik berlambang PT Pos Indonesia itu didata petugas Disdik Aceh Selatan dengan dipantau perwakilan Disdik Provinsi, naskah itu kemudian didistribusikan ke seluruh kecamatan dengan menggunakan mobil Polsek dari masing-masing kecamatan.

“Jumlah soal 46 kardus, satu di antaranya berisi kaset. Kelengkapan jumlah naskah soal UN tersebut dengan data yang ada sudah cocok, pas antara data dengan logistik yang datang,” kata Ketua Panitia Pelaksana UN Disdik Aceh Selatan, Darwis SPd  MPd, saat ditanyai Serambi di sela berlangsungnya pendistribusian naskah dimaksud, Sabtu (14/4).

Ditambahkannya, pada hari pelaksanaan, naskah ujian yang untuk sementara waktu disimpan di masing-masing Polsek itu akan didistribusikan ke sekolah masing-masing mulai pukul 06.00. Dia meyakini cara ini dapat mencegah terjadinya kebocoran. 

Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/MA dimulai Senin 16 April hingga 19 April 2012. Adapun mata pelajaran yang akan diujikan pada UN tersebut meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. 

“Sedangkan jumlah sekolah di Aceh Selatan, SMA 24, SMK 7 dan MA 9, dengan jumlah siswa seluruhnya 3.282 orang,” pungkas Darwis.(tz)

Editor : bakri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0